Berita terkini penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Berita terbaru Kekuatan tim kuasa hukum meloloskan pimpinan padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi dari jeratan hukum Kamis siang kandas. Nota keberatan Taat Pribadi di tolak, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Keraksaan menyatakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus pembunuhan dengan terdakwa Taat Pribadi memenuhi syarat sahnya surat dakwaan. Tidak hanya itu Majelis Hakim juga menolak eksepsi Taat Pribadi dalam berita terkini kasus penipuan yang dilakukan Taat Pribadi. Majelis Hakim pun memutuskan sidang terus berlanjut, tanggapi putusan ini kuasa hukum Taat Pribadi kecewa.

"kami selama ini jarang sekali ada eksepsi di kabulkan oleh hakim tapi bukan berarti tidak bisa, tetap peluang itu ada ia kita berharap ada keberanian sayangnya hari ini kita di tampilkan ke tidak beranian hakim di dalam menolak dakwaan jaksa"

Sementara tanggapi hasil eksepsi ini tim Jaksa Penuntut Umum sudah menyiapkan 40 saksi yang memberatkan Taat Pribadi.

"tanggal 6, tidak ada istilah saksi kunci yang jelas saksi-saksi yang ada di BAP saya hadirkan dan tidak menuntut kemungkinan juga nantinya setelah saksi-saksi yang ada di BAP sebagaimana ketentuan Purhap terhadap saksi-saksi yang memberatkan terdakwa yang meringankan terdakwa kita berikan hak-haknya masing-masing pada pihak-pihak,  baik ke penuntut umum maupun pada saat hukum"

Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi akan digelar Kamis 6 April mendatang. Sebelumnya dalam sidang perdana 16 Februari lalu Taat Pribadi terancam hukuman mati karena menjadi otak pembunuhan para pengikutnya.

Para pengikut padepokan Dimas Kanjeng tetap setia menunggu guru besarnya di pengadilan Keraksaan Probolinggo Kamis siang. Puluhan pengikut padepokan ini bahkan mencoba merangsak mendekati sel yang di diami Taat Pribadi. Resah, sedih, senang bercampur aduk mereka rasakan, karena menerima fakta jika nota keberatan atau eksepsi guru besar mereka di tolak Majelis Hakim.

Sementara Marwah Daud Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng meminta para pengikutnya tetap tenang dan tidak bergejolak menanggapi putusan Majelis Hakim. Sebelumnya sidang pembacaan putusan eksepsi berlangsung lancar Majelis Hakim memutuskan sidang berlanjut dan menolak seluruh nota keberatan yang di ajukan oleh Taat Pribadi. Para pengikut Padepokan pun membubarkan diri setelah sidang berakhir.